-ketikanya merindu-

kembali ia menusuk
menuju hati pada kenangan yang mendalam
yang dibangun dengan penuh keinginan
tapi akhirnya kecewa karena kelalaian

tak bisa hati ini biarkan
karena rindu ini tak bisa bohongi
untuk kenyataan dari sebuah kenangan
yang aneh
manis
sederhana
tapi tak bisa terlupakan

pada sebuah kelas yang tak pernah kosong
dan tak pernah berbohong atas keadaan hatinya
yang tak bisa diam karena ulah mereka sendiri

hati tak bisa tak acuhkan
kepada mereka yang telah temani

pada sebuah ruangan kelas yang penuh dengan rindu
yang rindu itu kini menyerangku lagi
karena tak ingin membuat usaha mereka sia-sia lagi
tak ingin membuat usaha mereka tak berarti
karena itu aku ingin aku berarti agar merakapun berarti
akhirnya di dalam kenangan
di dalam ingatan
rasa
asa
dan rindu yang berharap
agar aku bisa berarti

meiĀ  2008

Tulis sebuah Komentar