–pendosa–

derai hujat seperti parang
menusuk hati sang anak pendosa
dia mengakui tentang dosanya
walau tak teteskan air mata
karena habis dimakan hati yang membatu

anak pendosa memukul lantang dirinya yang sedang bimbang

agar setan didalamnya keluar dari tubuh
yang penuh perkara dosa

ungkapnya pun hanya lewat sakit hati
akhirnya malas menjadi akibat
meluas bunuhi keinginan
yang ingin dititi tanpa bernyanyi

kini ia hanya bisa menulis sajak
tentang dosanya lalu penyesalanya
betulkan, Allah?

yaaa…..
itu aku
aku anak pendosa itu
aku yang menghianati diri
pendosa yang berada di sebuah tubuh
yang kini banyak perkara itu

yang takut dosa
tapi tetap bicara banyak
yang tetap berdosa

aku yang ada dalam tubuh titipan
dari siang sampai pagi
dari pagi sampai siang
aku yang sedang mengakui
pada dosa diri
yang menghianati
dosa karena sendiri
yang sendiri lalu  menggila

padahal aku ingin menjadi seorang penjaga
yang selalu dipercaya untuk menjaga
tapi penjaga bukan seorang pendosa
mengerti….?
penjaga bukan pendosa seperti aku
bukan pendosa seperti aku

Allah…
aku tak ingin menjadi pendosa lagi
aku takut tanganku mengaku
bahwa aku pendosa
tapi mohon
izinkan aku jadi penjaga
yang jauh dari dosa
dan jadikan aku bukan pendosa
yang tak takut lagi sendiri

izinkan aku jadi penjaga
yang tidak lagi tersakiti benci diri

juni 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: